Bagaimana Hukumnya Ziarah Kubur dalam Islam

Hukum Ziarah Kubur - Apakah hukum ziarah kubur dalam Islam? Kita sering melihat masyarakat melakukan ziarah kubur. Baik kepada kubur saudara, maupun kepada kubur tokoh-tokoh agama, syekh, wali, atau orang-orang yang dianggap ”keramat” oleh masyarakat. Ziarah kubur dalam Islam dibolehkan dengan catatan tidak menjurus pada hal-hal musyrik.

Ziarah Kubur dalam Islam


Masyarakat Islam Indonesia sangat rentan terjerumus pada kemusyrikan karena unsur budaya yang terkadang dicampuradukkan dengan ibadah. Ziarah kubur dimaksudkan agar para peziarah mengambil pelajaran dengan mengingat mati. Jika berziarah tanpa disertai maksud tersebut maka yang demikian bukanlah yang dianjurkan dan dimaksud oleh syari’at.
Hukum Ziarah Kubur

Sebab, sebelumnya Rasulullah saw. pernah melarang sahabatnya melakukan ziarah kubur. Akan tetapi kemudian dibolehkan dengan catatan untuk mengingatkan diri bahwa kita pun nanti akan seperti itu, berbaring sendiri di dalam kubur. Rasulullah saw. bersabda:

Aku dahulu (dulunya) melarang kalian dari ziarah kubur. Ketahuilah, berziarahlah (sekarang) ke kuburan, karena hal itu dapat mengingatkan kalian pada akhirat.

Bahkan Rasulullah saw. pun pernah melakukan ziarah kubur. Hal ini diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra., ia berkata: ”Rasulullah saw. pernah menziarahi makam ibu beliau dan beliau menangis sehingga menangislah orang-orang yang di dekat beliau". Rasulullah Saw. bersabda:

Aku telah meminta izin kepada Rabb-ku agar diperbolehkan memintakan ampunan bagi ibuku namun tidak diizinkan bagiku. Lalu aku meminta izin agar diperbolehkan menziarahi makamnya dan aku pun diberi izin. Ziarahilah kubur, karena hal itu akan mengingatkan kalian kepada kematian.” (HR. Muslim)

Ada dua tujuan melakukan ziarah kubur dalam Islam.
  1. Peziarah dapat mengambil i’tibar berupa mengingat kematian dan orang mati, serta meyakini bahwa tempat kembalinya surga atau neraka. Inilah maksud utama dari persyari’atan ziarah kubur.
  2. Mendatangkan manfaat kepada sang mayit ketika para peziarah mendoakan dan memohonkan ampun untuk sang mayit.
Hal ini diterangkat dalam sebuah hadist yang berbunyi: Buraidah ra. Berkata,

"Adalah Rasulullah Saw. mengajarkan apabila berziarah kubur untuk mengucapkan do’a, di antara mereka ada yang berdoa, semoga kesejahteraan dianugerahkan kepada penghuni kubur dari kaum mukmin dan muslimin dan kami insya Allah akan menemui kalian.

Akan tetapi, kita harus berhati-hati ketika berziarah kubur karena bisa saja tergelincir pada perbuatan syirik. Sikap berlebihan pada para ulama atau wali yang dianggap memiliki karomah seringkali menggiring peziarah pada perbuatan syirik.

Baca juga: Surat Ar Rahman Beserta Artinya

Ziarah Kubur dalam Islam - Larangan Seputar Ziarah Kubur


Tidak sedikit orang yang meminta berkah ke kuburan para wali agar dilancarkan rezekinya, dimudahkan jodohnya, atau mungkin agar menduduki jabatan tertentu serta menjadi pemenang dalam pilkada. Ziarah kubur untuk tujuan tersebut biasanya marak pada waktu-waktu tertentu, seperti pada bulan Syura’, Sya’ban, menjelang Ramadhan, atau pada saat hari raya.

Syeikh Muhammad bin Abdullah Wahhab menjelaskan bahwa ziarah kubur yang bid’ah adalah ziarah untuk mencari berkah kepada orang yang meninggal dunia, atau untuk berdoa kepada Allah buat kepentingan diri sendiri di kuburan orang yang dituju, dengan keyakinan bahwa itulah tempat yang membuat doanya terkabul. Ziarah seperti ini hukumnya bid’ah dan haram.

Adapun ziarah kubur dengan tujuan untuk meminta pertolongan kepada penghuni kubur agar hajat-hajatnya dikabulkan, menjadikan penghuni kubur sebagai perantara dengan Allah, dan hal-hal lain seperti mengelilingi kuburan, menyembelih hewan di kuburan, dan bernadzar di kuburan maka ini adalah contoh ziarah kubur syirik secara murni. Orang yang melakukannya berdosa dan ia telah musyrik serta kafir kepada Allah Swt.

Berikut beberapa larangan seputar ziarah kubur.
  • Tidak melakukan thawaf, berkeliling kuburan atau mengelilingi kubur dengan niat untuk ibadah. Sebab, thawaf hanya dilakukan di sekeliling Ka’bah.
  • Tidak membaca al-Quran di kuburan. Kuburan bukanlah tempat membaca al-Quran.
  • Tidak boleh memohon pertolongan dan bantuan kepada mayit, sebab itu termasuk syirik.
  • Tidak meletakkan karangan bunga atau menaburkannya di atas kuburan karena hal itu menyerupai perbuatan orang-orang Nasrani.
  • Tidak membuat bangunan di atas kuburan. Cukup meletakkan sebuah batu setinggi satu jengkal untuk menandai kuburan, sebagaimana dilakukan oleh Rasulullah saw. ketika meletakkan sebuah batu di atas kubur Utsman bin Mazh’un.

Fikih Ziarah Kubur dalam Islam


Ulama-ulama mengatakan bahwa ziarah kubur dalam Islam itu disyariatkan. Ziarah kubur dalam Islam termasuk ke dalam bagian ibadah. Karena bagian dari ibadah, maka ziarah kubur dalam Islam ada aturannya dan wajib diperhatikan sehingga kita tidak melakukan kesalahan dalam berzaiarah kubur.
Hukum Ziarah Kubur Menurut Islam
Semua ulama menegaskan bahwa ziarah kubur dalam Islam itu disyariatkan dengan tujuan agar orang-orang yang melakukan ziarah kubur dapat mengambil hikmah dan pelajaran. Apa saja hikmah dan pelajaran dari ziarah kubur dalam Islam?

Hikmah dari ziarah kubur dalam Islam adalah untuk mengingat kematian dan tujuan lainny adalah agar orangyang melakukan ziarah kubur mendoakan orang yang sudah meninggal. Dengan demikian, disyariatkannya ziarah kubur dalam Islam itu karena dua hal, yaitu agar orang yang melakukan ziarah kubur ingat dengan kematian serta menjadikan kuburan sebagai nasihat bagi dirinya. Hikmah kedua ziarah kubur dalam Islam adalah agar orang yang berziarah kubur dapat mendoakan saudara, keluarga, dan temannya yang sudah meninggal dunia.

Ziarah kubur dalam Islam diperbolehkan tetapi dengan syarat tidak ada perkataan atau keluar ucapan dari peziarah ketika berziarah yang mengandung murka Allah. Jadi, dibolehkannya melakukan ziarah kubur dalam Islam dengan syarat tidak ada unsur kemunkaran, yaitu penyelisihan dari ajaran Islam.

Hukum melakukan ziarah kubur dalam Islam menjadi haram atau tidak dibenarkan jika aktivitas di dalamnya bertentangan atau tidak sesuai dengan ajaran Islam. Beberapa contoh hal yang bertentangan dengan ziarah kubur dalam Islam adalah memohon dan meminta pertolongan kepada kuburan.

Tata Cara Ziarah Kubur dalam Islam


Pengertian atau definisi ziarah kubur dalam Islam yaitu sebuah kegiatan atau aktivitas mendatangi makam dari orang yang sudah meninggal dunia, baik itu yang kita kenal ataupun yang tidak kita kenal semasa hidupnya. Ketika melakukan ziarah kubur, kita harus mematuhi tata cara ziarah kubur dalam Islam agar memberikan hikmah kepada para peziarah dan juga yang diziarahi.

Ziarah kubur tidak sebatas mendatangi makam keluarga, teman, guru, tetangga, dan lainnya yang kita kenal. Ziarah kubur ke makam yang tidak kenal juga banyak dilakukan, misalnya berziarah ke Taman Makam Pahlawan, makam para ulama Islam, dan lain sebagainya.

Lalu, bagaimana tata cara ziarah kubur dalam Islam itu? Berikut tata cara ziarah kubur dalam Islam.
  1. Tata cara ziarah kubur dalam Islam yaitu bersikap sopan dan santun saat mendatangi are pemakaman.
  2. Tata cara ziarah kubur dalam Islam selanjutnya adalah niat dengan tulus dan ikhlas karena ingin mendapatkan ridho dari Allah Swt., tidak untuk meminta sesuatu kepada orang yang telah meninggal.
  3. Tata cara ziarah kubur dalam Islam selanjutnya adalah tidak duduk, menginjak-injak, dan tidur-tiduran di atas makam.
  4. Tata cara ziarah kubur dalam Islam selanjutnya adalah tidak melakukan tindakan tidak pantas, misalnya buang air besar, buang air kecil, meludah, buang sampah sembarangan, dan lain sebagainya.
  5. Tata cara ziarah kubur dalam Islam selanjutnya adalah mengucapkan salam kepada penghuni alam kubur.
  6. Tata cara ziarah kubur dalam Islam selanjutnya adalah mendoakan orang yang sudah meninggal agar bahagia dan tenang di alam kubur.
Itulah tata cara ziarah kubur dalam Islam. Semoga, kita terhindar dari hal-hal yang akan menjerumuskan pada perbuatan syirik. Walahu’alam bishawab.
LihatTutupKomentar
Cancel