Pengertian Mualaf dan Hak Mereka dalam Islam

Pengertian Mualaf - Kita sering mendengar istilah mualaf. Bahkan, isu tentang artis yang jadi mualaf di Indonesia, selalu menjadi topik menarik yang memikat jutaan pemirsa televisi. Sejumlah nama telah banyak disebut, antara lain Nasyila Mirdad dan Steve Emmanuel. Namun, apa sih sebenarnya pengertian mualaf itu, dan apa saja hak mereka?

Mualaf berasal dari bahasa Arab yang berarti tunduk, menyerah, dan pasrah. Sedangkan, dalam pengertian Islam, mualaf digunakan untuk menunjuk seseorang yang baru masuk agama Islam. Tidak ada perbedaan mencolok dari dua pengertian tersebut.

Pengertian Mualaf - Bagian dari Dakwah Islam

Pengertian Mualaf

Seseorang yang masuk Islam karena pilihan, tentunya telah mengalami pergulatan batin yang luar biasa dan pertimbangan yang matang. Dia harus menundukkan hatinya untuk dapat menerima dan meyakini kebenaran baru. Selanjutnya, dia harus mempertimbangkan aspek sosial ekonomi sebagai konsekuensi atas pilihannya itu.

Mungkin saja dia akan kehilangan pekerjaan. Atau, bisa jadi dia akan dikucilkan dari keluarga, bahkan diasingkan dari komunitas lamanya. Melihat betapa kompleksnya dampak pilihan ini, maka apabila dia tetap merasa yakin dengan kebenaran Islam, dia harus berserah diri dan pasrah dengan risiko apa pun.

Karena memang Islam dating untuk membawa manusia kepada penyembahan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang benar. Inti dari ajaran yang telah dibawa oleh sekian nabi dan rasul hanyalah ketauhidan itu. Untuk membawa manusia semua di bumi ini agar menyembah kepada Alloh SWT.

Mualaf adalah bagian dari penyebaran Islam yang memang harus dilakukan. Islam sejak diturunkan kepada Nabi Muhammad di kota Mekkah selalu disebarkan. Berawal dari Mekkah, keluar kota Mekkah, ke Madinah hingga ke seluruh bagian lain yang ada di dunia ini.

Islam secara alamiah memang butuh ntuk disebarkan. Madinah sebagai pusat kedudukan islam pada saat itu juga menjadi pusat penyebaran agama Islam. Islam disebarkan ke luar Madinah oleh kaum muslimin melalui utusannya.

Dalam penyebaran agama islam digunakan dua metode yaitu dakwah dan jiha. Dan dua metode ini menjadi sebuah metode tetap dalam Negara Islam di Madinah tersebut menjalankan politik luar negerinya. Jadi politik luar negeri yang dijalankan oleh negara Islam pada saat itu hanya untuk mencapai dua tujuan tersebut yaitu dakwah dan juga jihad.

Dakwah yang dijalankan adalah untuk menyebarkan agama Islam. Dakwah dimulai dengan pengiriman surat kepada semua pemimpin Negara lain. Di alam surat tersebut ada tawaran Nabi saw kepada seluruh pimpinan tersebut apakah mau menerima Islam atau hanya tunduk pada kepemimpinan Negara Islam pada saat itu.

Bagi yang mau menerima Islam maka secara otomatis Negara tersebut masuk ke dalam bagian dari Negara Islam Madinah. Dan akan dikirim utusan untuk mendakwahkan islam ke tempat tersebut. Utusan ini akan menerangkan bagaimana ajaran agama Islam, bagaimana penerapan hokum islam di Negara mereka.

Bagi Negara yang menolak untuk masuk islam maka akan diberikan tenggang waktu untuk sampai mau menerima dakwah etrsebut. Jika memang sampai pada tenggang waktu yang diberikan Negara atau daerah tersebut masih belum mau untuk menerima islam maka jalan kedua yang akan dipakai yaitu dengan jihad.

Jihad adalah perang. Namun jangan bayangkan bahwa perang yang ada pada saat penyebaran islam dulu sama dengan perang yang ada pada saat ini. Dimana perang pada saat ini banyak melibatkan masyarakat sipil yang tak berdosa atau bahkan tak mengerti sedikit pun tentang perang yang terjadi.

Perang yang dijalankan oleh kaum muslimin dahulu memiliki tujuan untuk menghilangkan hambatan fisik berupa institusi Negara yang melarang adanya dakwah Islam di daerah mereka.

Perang yang dijalankan terjadi hanya di medan perang tanpa adanya perusakan sarana umum. Perang dilarang untuk membunuh masyarakat sipil yang tak ikut perang seperti kaum wanita, orang tua dan juga anak-anak. Bahkan perang juga tak boleh samai merusak lingkungan atau pun tumbuhan yang ada. Karena memang ada tempat tersendiri dalam menjalankan perang tersebut.

Dengan dua jalan inilah dilakukan penyebaran islam keluar dari kota madinah. Dan karena itulah masyarakat di seluruh dunia saat ini mengenal islam dan tentunya ada yang memeluk agama Islam.

Setiap orang yang baru saja memeluk agama islam akan disebut dengan sebutan mualaf. Islam memberlakukan beberapa hal berbeda dan khusus bagi mualaf yang tak dilakukan kepada semua muslim yang lain.

Baca juga: Mengenal Seluk-Beluk Pengertian Bid'ah

Pengertian Mualaf - Hak Mualaf


Mendapatkan Zakat

Pada setiap masa, masa dahulu pada awal turunnya islam sampai pada sekarang, menjadi seorang mualaf yang baru saja mengikrarkan keislamannya bukanlah menjadi hal yang mudah. Karena memang tak ada satu musuh islam pun yang akan tenag melihat dari hari ke hari semakin banyak manusia yang memeluk agama islam.

Ada ancaman hilangnya jiwa. Kita liat bagaimana riwayat meninggalnya keluarga amar bin yassir saat disiksa oleh para pemimpin Quraisy karena tetap memegang teguh keimanan kepada Alloh dan rasulnya.

Hilangnya harta juga menjadi sebuah konsekuensi dari berislamnya seseorang. Pada jaman sekarang tak sedikit peristiwa yang kita temui ketika seorang telah berislam ia ditinggalkan oleh keluarga dan saudaranya yang tak mengukai perilakunya tersebut. Atau bahkan ia dipecat dari pekerjaannya.

Islam juga melihat risiko ini sebagai sebuah realita yang mungkin terjadi. Maka, dengan pertimbangan itulah, mualaf harus mendapatkan perlindungan dan dimasukkan ke dalam golongan mustahiq, yaitu orang-orang yang berhak untuk mendapatkan zakat.

Hak itu diberikan bukan sebagai imbalan karena dia masuk ke dalam agama Islam. Akan tetapi, semata untuk melindunginya dari kekufuran dan agar dia dapat melangsungkan hidupnya kembali secara wajar.

Memasukkan mualaf sebagai salah satu dari mustahiq bukanlah tak memiliki landasan. Karena memang selain ini dapat menyokong keuanganny secara langsung namun juga dapat digunakan sebagai sarana untuk lebih meneguhkan jiwanya berada di agama barunya ini.

Seberapa kaya ia, ketika seseorang baru saja berislam maka ia akan tetap dimasukan sebagai salah satu mustahiq yang berhak menerima zakat. Karena memang hal ini adalah sebuah hal yang telah mutlak disebutkan di dalam Al Quran. Dan memang bukan hanya maksud ekonomi yang ada di balik pemberian zakat ini namun juga ada maksud peneguhan yang telah disebutkan tadi.

Melindungi Mualaf

Setiap muslim yang mampu, wajib memberikan perlindungan kepada mualaf. Karena, apabila kehidupan seseorang justru jadi makin menderita setelah dia jadi mualaf, ini akan membawa citra buruk bagi Islam.

Di Indonesia, telah banyak yayasan dan organisasi yang mengurusi hal ini. Yayasan dan organisasi tersebut bukan hanya melakukan pendataan terhadap mualaf baru. Akan tetapi, juga memberikan serangkaian pelatihan untuk baca tulis Al-Quran, kajian hadits, dan upaya lain yang dimaksudkan untuk meningkatkan pengetahuan mereka terhadap ajaran Islam guna memperteguh imannya.

Selain itu, juga diberikan bantuan ekonomi kepada mualaf yang membutuhkan. Bantuan ini dimaksudkan untuk menumbuhkan kemandirian ekonomi mualaf. Agar mualaf yang tidak mampu, tidak selamanya mengandalkan hidup dari penerimaan zakat.

Mualaf VS Murtadin
mualaf
Dalam agama islam selain ada istilah mualaf juga ada istilah orang yang murtad. Jika mualafa adalah orang yang baru saja berislam maka orang murtad adalah orang yang baru saja meninggalkan keislamannya.

Dalam ajaran Islam, hokum islam memberikan peraturan yangh sangat tegas bagi orang yang murtad. Karena memang murtad adalah dianggap sebagai sebuah dosa yang sangat besar. Dan memang untuk orang yang murtad, islam telah menetapkan sebuah hukuman yang bagi mereka.

Hukuman bagi orang yang murtad adalah dibunuh. Namun sebelumnya orang tersebut akan didakwahi kembali agar mau untuk amsuk islam lagi. Dakwah dilakukan melalui tiga tahapan. Jika memang sampai tiga tahapan ini, orang murtad ini tetap tak mau kembali memeluk islam maka ia akan dibunuh.

Namun sekali lagi pelaksanaan hukuman ini hanya dapat dilakukan oleh daulah islam yang dipimpin oleh seorang Khalifah. Dan hukuman ini akan menimbulkan efek jera kepada umat agar tak meniru hal yang sama. Selain itu juga akan menjadi penghapur dosa bagi yang melakukan. Ia tak akan disiksa karena perbuatannya di dunia ini karena ia telah mendapatkan balasan atas apa yang telah ia lakukan.

Demikianlah pengertian mualaf serta hak mereka di dalam islam. Semoga postingan ini bermanfaat buat pembaca budiman semua.
LihatTutupKomentar
Cancel