Tata Cara, Bacaan Shalat Dhuha, dan Keutamaannya

Shalat Dhuha - Jika Anda ingin menggapai suatu hikmah dengan amalan yang sangat mudah serta tepat, kenapa tidak mencoba untuk melakukan shalat Dhuha berikut bacaan shalat Dhuha dengan tuntunan sesuai syariat? Shalat Dhuha merupakan shalat sunah yang mempunyai banyak keutamaan. Untuk mendapatkan keutamaan shalat Dhuha, seseorang haruslah memahami dan mengerjakannya sesuai dengan tuntunan syariat.
sholat dhuha
Agar dapat memahami dan mengamalkan syariat shalat Dhuha dengan baik, maka diperlukan pemahaman fiqih, tata cara, dan bacaan shalat Dhuha dengan baik dan benar sesuai dengan tuntunan syariat. Hal ini dikarenakan ibadah yang dilakukan tidak sesuai dengan tuntunan syariat maka akan berstatus mardud (tidak diterima). Oleh karena itu, fiqih shalat Dhuha, juga termasuk di dalamnya tata cara dan bacaan shalat Dhuha haruslah dipahami terlebih dahulu secara benar. Kita harus mengambilnya melalui sumber-sumber yang shahih dan terpercaya.

Bacaan Shalat Dhuha - Keutamaan Dhuha


Sebelum memasuki fiqih shalat Dhuha dan bacaan shalatDdhuha, maka alangkah baiknya jika kita memahami esensi dari shalat Dhuha itu sendiri. Shalat dhuha mempunyai anjuran hukum sunah untuk mengerjakannya. Rasululullah Saw. mempunyai beberapa wasiat agar umatnya mencari hikmah dan energi lewat shalat Dhuha. Beberapa hadis yang menerangkan hal tersebut adalah berikut.

“Dari Zaid bin Arqam, bahwasanya Rasulullah Saw. telah bersabda, “Shalat orang yang bertaubat itu adalah shalat yang dilakukan ketika onta-onta kepanasan” (Diriwayatkan oleh Tirmidzi).

“Dari Anas ia berkata, adalah Rasulullah Saw. bersabda,”Barangsiapa shalat dhuha dua belas rokaat, niscaya Allah Swt. akan bangunkan baginya satu istana di surga” (Diriwayatkan oleh Tirmidzi).

“Dari Abu Darda’ ia berkata, “Kekasihku (Rasulullah Saw) tidak mewasiatkan apapun kepadaku kecuali tiga hal, beliau mewasiatkan agar berpuasa tiga hari setiap bulannya, tidak berangkat tidur kecuali setelah shalat witir, dan melaksanakan shalat dhuha ketika datang dan pergi dari sebuah perjalanan” (Diriwayatkan Abu Dawud dan Ahmad).

Hadis-hadis diatas telah cukup menggambarkan kepada kita bahwa shalat Dhuha dianjurkan oleh Rasulullah Saw. sehingga memiliki hukum sunah untuk melaksanakannya. Kita sebagai muslim, wajib melaksanakan apa yang telah dianjurkan oleh Rasulullah Saw. tersebut.

Bacaan Shalat Dhuha - Waktu Dhuha


Dalam kajian fiqih muamalah, tidak terlepas pula waktu pengerjaan suatu ibadah semisal shalat , selain tentunya bacaan shalat Dhuha. Beberapa istilah Dhuha terdapat dalam Al-Quran. Jika Anda menginginkan untuk menemukan kata-kata dhuha, maka Anda bisa membacanya di Surah Thaha ayat 59, Surah Al-A’raaf ayat 98,  dan Surah An-Nazi’at ayat 46. Dalam ayat-ayat tersebut kata “Dhuha” ditafsirkan sebagai “suatu tempat”, “pagi hari” dan sebagai teriknya matahari.

Sedangkan pada Surah Dhuha sendiri, kata-kata Dhuha sudah dapat Anda temukan pada ayat pertama. Kata Dhuha dalam Surah Dhuha inilah yang terpakai sebagai landasan pengerjaan waktu shalat Dhuha, karena dinilai paling sesuai tafsirnya dengan pengerjaan shalat Dhuha yang dilakukan dan dicontohkan oleh Rasulullah Saw. Tafsir kata “Dhuha” dalam surah ini adalah cahaya matahari yang sepenggalah naik.

Keterangan tentang kapan saat yang tepat “Dhuha” tersebut, mungkin masih menimbulkan tanda tanya di dalam diri Anda. Agar lebih jelasnya, berdasarkan hadis-hadis Rasulullah Saw. saat Dhuha adalah ketika matahari mulai bergerak naik memancarkan cahaya yang terang, hingga menjelang tengah hari.

Shalat Dhuha dilaksanakan saat matahari naik sepenggalah atau sekitar pukul 08.00 sampai saat memasuki waktu untuk shalat Dhuhur. Namun, waktu yang sangatlah baik dan utama adalah saat matahari mulai terik, yaitu sekitar pukul 09.00. Sebagaimana hadis dari Imam Ahmad yang mengambil riwayat dari Zaid bin Arqam di bawah ini, yang artinya: “Shalat yang dikerjakan oleh orang-orang yang kembali kepada Allah Swt. (bertaubat) adalah shalat yang dilakukan ketika anak-anak unta mulai kepanasan yaitu sekitar waktu dhuha” (Hadis riwayat Ahmad).

Baca juga: Kumpulan doa setelah sholat

Shalat Dhuha - Bilangan Shalat


Adapun bilangan shalat Dhuha adalah sekurang-kurangnya dilakukan dua rakaat dan sebanyak-banyaknya delapan rakaat. Terkadang Rasulullah Saw. melakukannya sebanyak dua rakaat, empat, rakaat, enam rakaat, ataupun delapan rakaat. Seperti shalat sunah yang lainnya, pelaksanaan Dhuha juga dua rakaat salam. Diriwayatkan dari Ummu Hani’ bahwa Rasulullah Saw. melaksanakan shalat Dhuha dengan delapan rakaat. Dengan pelaksanaan setiap dua rakaat ditutup dengan salam. Sebagaimana dijelaskan dalam sebuah hadis berikut.

Bahwa Rasulullah Saw. pada hari pembukaan kota Madinah (Yaumul Fathi), beliau melakukan shalat Dhuha delapan rakaat, dengan diiringi dua rakaat salam” (Riwayat Abu Dawud).

Bacaan Shalat Dhuha - Niat pada Shalat Dhuha


Niat dalam konteks fiqih artinya adalah menyengaja melakukan sebuah ibadah. Hakikatnya adalah seseorang sudah berniat dalam hati untuk melakukan sesuatu. Gambaran niat akan tersampaikan jika seseorang telah melakukan sebuha perbuatan yang ia niatkan. Oleh karena itu, kita pun dapat menilai sebuah niat ketika seseorang melaksanakannya tidak sekedar mengucapkannya. Jika seseorang mengatakan, “Saya akan shalat”. Ia belum dinilai melakukan shalat sebelum ia melaksanakannya, walaupun telah mengucapkannya.

Inilah esensi bahwa ibadah haruslah dilakukan secara ikhlas karena Allah Swt. termasuk dalam hal bacaan shalat Dhuha. Pembahasan niat tidaklah perlu diucapkan secara lisan, cukup dalam hati saja. Dengan catatan bahwa ia meniatkan ibadah hanya karena Allah Swt. semata bukan karena yang lain. Sebagaimana sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Jama’ah dari Umar bin Khattab, “Sesungguhnya segala perbuatan itu tergantung niatnya, dan bagi setiap jiwa adalah apa yang ia niatkan” (Hadis riwayat Jama’ah).

Inti dari hadis ini adalah mengisyaratkan agar kita selalu ikhlas, tulus, dan semata-mata beribadah karena Allah Swt. bukan karena yang lain. Kita diperintahkan untuk menjauhi riya, pamer, ujub atau sombong. Begitu pula dalam hal shalat dhuha, kita dilarang melakukannya jika hanya ingin mencari pujian manusia.

Oleh karena itu tidak ada bacaan shalat Dhuha dalam hal ini niat dengan lafadz tertentu seperti “Ushalli ….” ataupun “nawaitu …”. Tidak ditemukan satupun dalil dalam Al-Qur’an maupun hadis yang menerangkan tentang perintahkan mengucapkan atau menjaharkan niat. Rasulullah Saw. pun tidak pernah melakukannya, begitu juga para sahabat. Allah yang Maha Mendengar dan Mengetahui akan tahu setiap niat yang akan kita laksanakan. Cukup meniatkan dan meneguhkan diri dalam hati untuk melakukan shalat dhuha semata karena Allah Swt.

Bacaan Shalat Dhuha - Bacaan Surat Shalat Dhuha


Tidak ditemukan satupun hadis yang menerangkan adanya surah tertentu yang harus dibaca ketika kita melakukan shalat Dhuha. Kita diperkenankan untuk membaca surat apa pun sesuai dengan kemampuan kita. Baik itu surat-surat pendek maupun surat-surat panjang. Jadi Anda boleh membaca surat Dhuha, Asy-Syams, ataupun Al-Baqarah, dan lain-lain.

Mengkhususkan suatu surat untuk shalat Dhuha saja, malah tidak diperkenankan karena ini tidak dicontohkan oleh Rasulullah Saw. Jadi, bacalah surat yang Anda inginkan dan sukai, dianjurkan adalah surat yang mudah dan dapat Anda pahami dengan baik.

Bacaan Shalat Dhuha-Doa Sesudah Shalat Dhuha


Hal yang penting yang perlu Anda ketahui tentang bacaan shalat Dhuha adalah doa yang perlu Anda baca setelah selesai shalat. Doa ini tidak bersifat wajib, hanya sebagai anjuran dan sunah hukumnya untuk melaksanakannya. Jadi jika Anda menginginkan bacaan shalat  Anda lebih baik, maka dianjurkan untuk membaca doa dibawah ini seusai shalat dhuha.
doa setelah sholat dhuha
“Allahumma inna adh-dhuhaa’a dhuhaa’aka, wal bahaa’a bahaa’uka, wal jamaala jamaluka, wal quwwata quwwatuka, wal qudrata qudratuka, wal ‘ishmati ‘ishmatuka. Allhumma inna kaana rizqi fissamaai fa anzilhu, wa inkaana fil ardhi fa akhrijhu, wa inkaana muashsiran fayassirhu, wa inkaana haraaman fathahirhu, wa inkaana ba’iidan faqarribhu bi haqqi, dhuhaaika wa bahaaika wa jamaalika, wa quwwatika wa qudratika, aatiini maa aataita’ibaadakashshaalihiin.”

Artinya, “Wahai Tuhanku, sesungguhnya waktu Dhuha adalah waktu Dhuha-Mu, keagungan adalah keagunan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, penjagaan adalah penjagaan-Mu, Wahai Tuhanku, apabila rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah, apabila berada di dalam bumi maka keluarkanlah, apabila sukar mudahkanlah, apabila haram sucikanlah, apabila jauh dekatkanlah dengan kebenaran dhuha-Mu, kekuasaan-Mu (Wahai Tuhanku), datangkanlah padaku apa yang Engkau datangkan kepada hamba-hambaMu yang soleh”.

Demikianlah doa shalat Dhuha yang dianjurkan oleh Rasulullah Saw. Adapun pelaksanaan dan bacaan shalat Dhuha sama sebagaimana shalat sunah dua rakaat. Anda tinggal mengikuti fiqih shalat dhuha saja sebagaimana penjelasan di atas. Nah, dengan demikian sudah jelas bagaimana bacaan shalat dhuha, bukan? Tidak ada fiqih shalat yang sulit dan susah di dalam syariat, termasuk bacaan shalat Dhuha.
LihatTutupKomentar
Cancel