Tafsir Al Quran Surat An-Nisa Ayat 28

Tafsir Al Quran surat An-Nisa ayat 28 semakin menguatkan hati manusia bahwa mereka membutuhkan Allah Swt. Pada ayat itu, manusia itu dinyatakan sebagai mahluk yang tidak berdaya. Mereka adalah mahluk lemah. Kelemahan ini mmebutuhkan kekuatan agar manusia bisa hidup dengan lebih mudah.
Tafsir Al Quran Surat An-Nisa Ayat 28

Kelemahan ini membuat manusia seharusnya tidak bisa menyombongkan diri sama sekali. Kesombongan itu akan sangat dekat dengan kesyirikan. Inilah yang membuat setiap manusia untuk waspada agar tidak ada kesombongan yang diniatkan untuk sesuatu yang tidak benar. Kalau berniat sombong untuk membalas kesombongan, masih diperbolehkan.

Panjatkan Doa Sesering Mungkin

Tafsir Al Quran surat An-nisa ayat 28 itu sangat berkaitan dengan tafsir surat Al-Baqarah ayai 186 yang membicarakan tentang kedekatan Allah Swt kepada umat-Nya. Allah Swt tidak akan pernah menolak doa asalkan orang yang berdoa tetap pada jalan yang lurus dan tetap sabar dalam keimanannya. Maksiat adalah ladang yang bisa menjadi penghalang dikabulkannya doa.

Bersabar dalam iman dan tidak tergoda untuk melakukan maksiat adalah jalan yang membuat permintaan itu segera terjawab. Mungkin banyak yang merasakan doa yang baru saja ia betikan dalam hati, tiba-tiba terkabul.

Misalnya, seseorang yang berharap bisa makan sesuatu yang sudah lama tidak ia nikmati. Mau membeli, belum punya uang atau belum ada waktu untuk mendatangi tempat menjual makanan tersebut. Lalu ada sahabatnya yang datang membawakan makanan persis yang diidamkannya. Tidak ada yang memberitahu sahabatnya tersebut tentang keinginannya.

Bisikan hati itu pun belum lama dan rasanya tidak mungkin ada yang tahu tentang apa yang ada dalam hatinya itu kecuali Allah Swt. Inilah bukti betapa kuasanya Allah Swt terhadap segala sesuatunya. Bila Ia berkehendak, maka tidak ada satu pun yang bisa menghalangi sesuatu itu terjadi.

Ketika doa tidak terkabul dalam waktu yang lama, pasti ada hikmah dibalik itu. Ujian kesabaran itu memang luar biasa dan jangan pernah kalah. Tidak ada titik akhir pada kesabaran.

Baca juga: Sejarah diturunkannya surat al-kafirun

Allah SWT Senang dengan Orang yang Berdoa

Kalau ada yang mengatakan bahwa keyakinan bukan yang membuat doa terkabul. Kata-kata ini benar kalau dilihat sepintas karena yang mengabulkan doa adalah Allah Swt. Tapi dalam doa harus ada keyakinan akan dikabulkan karena perintah berdoa itu bukan dari manusia melainkan dari Allah Swt sendiri.

Surat Ghafir ayat 60 adalah bukti kalau Allah Swt memerintahkan umat-Nya untuk berdoa kepada-Nya.  Allah Swt akan mengabulkan doa itu. Allah Swt akan memberikan perhatian lebih kepada umat-Nya yang tiada hentinya memanjatkan doa tanpa rasa putus asa. Tidak ingin terburu-buru dikabulkan karena yakin bahwa apa yang saat ini diberikan oleh Allah Swt adalah apa yang dibutuhkannya meski bukan yang diinginkannya.

Keyakinan bahwa Allah Swt akan mengabulkan doa adalah cerminan berbaik sangka (husnuzhan) kepada Sang Pancipta. Bukankah Rasulullah telah mengungkapkan bahwa Allah Swt itu akan merasa kurang enak hati kepada umat-Nya kalau tidak mengabulkan doa mereka. Apa yang dikatakan Rasulullah ini tertuang dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ahmad. Hadist ini shahih.

Yang harus dilakukan oleh seorang hamba adalah menjaga hatinya agar hanya berserah kepada Allah Swt. Jangan sesekali menyekutukannya dan merasa bahwa Allah Swt tidak akan mengabulkan doanya. Jika tidak di dunia, doa itu akan dikabulkan di akhirat.

Manusia Itu Penuh dengan Kelemahan

Tafsir Al Quran surat Al Baqarah ayat 152 menyatakan bahwa manusia yang ingat kepada Allah Swt, maka Allah Swt pun akan mengingatnya. Tafsir ayat ini memberikan petunjuk bahwa manusia itu hendaknya berzikir setiap saat. Usahakan untuk membasahi bibir dengan untaian kata-kata indah untuk mengingat Sang Maha Pengasih.

Saat hati selalu waspada dan selalu ingat kepada Sang Pencipta, maka hati akan mendekat kepada Allah Swt. Ikhlas menerima semua ketetapan akan lebih mudah dilakukan pada saat kelembutan hati itu selalu terjaga. Hati yang lembut inilah yang mudah menerima tuntunan tanpa menyangkal apa yang sudah ditetapkan.

Misalnya ketika diperintahkan untuk taat kepada orangtua. Orang dengan hati yang lembut akan melakukannya dengan baik. Ia akan selalu ingat bahwa orangtua adalah orang yang harus disayangi dan tidak boleh menyakiti hatinya.

Baca juga: Surat Ar Rahman beserta artinya

Sayangnya, manusia dengan segala kelemahannya terkadang malah menyiakan orangtua. Merasa sungkan merawat orangtua. Merasa enggan memberikan apa yang diinginkan oleh orangtua. Padahal doa yang dipanjatkan oleh orangtua itu adalah salah satu doa akan dikabulkan.

Dekati orangtua dan manjakan mereka, maka dari bibir-bibir orangtua akan keluar doa-doa yang indah untuk anak-anaknya. Bagaimana kalau anak menjadi lemah dan melawan kepada orangtua? Hati orangtua akan hancur. Bisa jadi bukan untaian kata-kata yang indah untuk anaknya yang keluar dari bibirnya melainkan sumpah serapah.

Jangan salah, terkadang doa yang tidak baik itu pun dikabulkan sehingga anak pun mengalami sesuatu yang tidak akan menyenangkan hatinya. Untuk itu, tegarlah dan teguhkan hati untuk selalu hormat kepada orangtua. Sayangi orang yang lebih tua lainnya dan sayangi juga orang-orang yang lebih muda.

Orang yang sayang dan memperhatikan orang lain itu akan diperhatikan oleh penduduk langit. Ia akan mendapatkan kemudahan sebagai balasan dari memudahkan urusan orang lain. Hebatnya, kemudahan ini tidak hanya akan didapatkannya di dunia melainkan juga di akhirat. Ia akan mudah melintasi jembatan shirotal mustaqim. Siapa yang tidak mau mendapatkan kemudahan ini?

Hati manusia itu akan lemah ketika kesenangannya terhadap dunia kian bertambah. Hati yang lemah ini akan mudah jatuh pada perbuatan yang melanggar tuntunan Allah Swt. Untuk menguatkan hati, tiada jalan lain kecuali berzikir dan terus mendekat kepada Ilahi. Jangan lengah. Pada dasarnya setan itu lemah bisa manusia berpegang pada tali ketaqwaan.

Dengan makin banyaknya fitnah dunia, jalan untuk mendapatkan tali taqwa ini, salah satunya adalah dengan mendekat kepada orang-orang yang alim. Orang seperti ini akan menjaga dirinya dari segala dosa. Mereka akan memberikan pengaruh yang baik dan akan menguatkan hati agar tidak tergoda untuk terjebak dan kubangan dosa yang sudah sangat jelas tersebut.

Kelemahan manusia itu adalah mudah tergoda kepada hal-hal yang terlihat hebat. Misalnya, ingin mendapatkan rumah dan mobil indah. Padahal, kalau melihat dunia terlalu tinggi, maka hati pun akan lemah.

Berbeda dengan ketika melihat orang yang diberi karunia kemampuan membaca dan mengajarkan Al Quran dan merasa cemburu padanya. Kecemburuan ini akan membuat hati menjadi kuat. Begitu juga ketika cemburu dengan orang kaya yang mendapatkan hartanya dengan jalan yang halal dan membelanjakan hartanya untuk orang lain.

Kecemburuan yang dirasakan terhadap orang seperti ini akan meningkatkan keinginan untuk mendapatkan karunia yang sama. Tafsir Al Quran yang menyatakan bahwa manusia itu mahluk penuh khilaf, sadari sebagai pecutan untuk terus mendekat kepada Allah Swt agar hati menjadi kuat.
LihatTutupKomentar
Cancel